ANALISIS UNSUR INTRINSIK CERPEN "PARMIN" Karya Jujur Prananto
PARMIN Mencurigai. Betapa tidak enaknya perbuatan ini. Bahkan terhadap orang yang patut dicurigai sekalipun. Lebih tidak enak lagi kalau orang itu adalah permin. Tukang kebun yang rajin dan tak banyak cakap itu. Yang kerjanya cekatan, dengan wajah yang senantiasa memancarkan kesabaran. Kadang ia membangkitkan rasa iba, tanpa ia bersikap meminta. Parmin justru banyak memberi, Cuma jarang begitu disadari. Tapi keadaan telah berubah. Semenjak pesta ulang tahun papi beberapa hari yang lalu, senyum itu tak lagi akrab dengan wajah lugunya. Tak ada yang bisa memaksa parmin untuk mengatakan sesuatu sehubungan dengan kemurungannya itu selain ucapan.”Saya tidak apa-apa” Rasanya berat untuk berpikiran bahwa orang seperti dia bisa melakukan tindak tak terpuji. Tapi apa boleh buat, ada dugaan kuat bahwa paling tidak dia telah berbuat salah yang membuatnya begitu resah. Dan inilah peristiwa yang mengawali kecurigaan itu, seperti berulang kali di ceritakan mami. Parmin mencuri? Itu lah kem...
Komentar
Posting Komentar